Kamis, 27 Oktober 2016

Ikan Kuah Kuning




Di Desa Abor, papeda di santap menggunakan mangkuk tanah liat yang disebut periuk dalam ukuran kecil atau sedang. Papeda umumnya di makan saat malam hari dengan ikan atau hasil buruan di siang hari. Papeda disantap selagi panas dengan ikan kuah kuning. Ikan kuah kuning biasanya terbuat dari ikan tongkol dan dapat dimasak dengan santan. Cara pembuatannya cukup mudah, seperti berikut:
  1.  Haluskan 4 siung bawang putih, 6 siung bawang merah, 4 cm kunyit, 3 cm jahe, dan 2 butir kemiri
  2. Tambahkan 2 sdt garam, 1 sdt gula putih, serai yang telah dimemarkan, 2 lembar daun salam, dan 3 cm lengkuas lalu tumis hingga harum
  3. Masukkan 500 gram ikan tongkol dan aduk hingga berubah warna
  4. Selanjutnya masukkan 250 ml santan
  5. Biarkan hingga mendidih lalu tambahkan daun bawang, jeruk nipis, dan tomat. 

Senin, 03 Oktober 2016

Papeda, Makanan Tradisional dari Timur Indonesia


Indonesia dikenal dengan keanekaragaman makanan tradisionalnya yang enak. Makanan tersebut tentu saja bervariasi dari berbagai daerah, seperti di daerah Timur Indonesia, Papua. Papua adalah provinsi yang paling banyak menghasilkan sagu karena sebanyak 85% pohon sagu tersebar di provinsi Papua. Sekitar 10% masyarakat papua masih memanfaatkan sagu sebagai makanan pokok. Salah satu makanan tradisional khas Papua adalah Papeda

Papeda digemari oleh masyarakat pesisir di bagian utara Papua. Untuk konsumsi papeda memerlukan latihan karena tekstur dari papeda lengket dan papeda ini disajikan bersamaan dengan kaldu ikan. Papeda dapat menjadi makanan yang efektif dan mudah untuk mendinginkan dan menyeimbangkan panas tubuh seseorang ketika meminum obat keras atau antibiotik.

Berikut kandungan yang terkandung dalam 100 gram papeda:
No
Kandungan
Jumlah
1
Karbohidrat
94 gram
2
Protein
0.2 gram
3
Serat
0.5 mg
4
Kalsium
10 mg
5
Besi
1.2 mg
Dan beberapa kandungan yang tidak signifikan yaitu, lemak, karoten, tiamin dan asam askorbat. Papeda diperkirakan mengandung 355 kalori.

Kamis, 15 September 2016

Makanan Nusantara


Indonesia terdiri dari 34 provinsi yang kaya akan budaya dan memiliki tradisi daerah masing-masing. Salah satu tradisi yang adalah makanan khas daerah yang telah ada sejak dahulu. Banyak makanan nusantara yang dikenal dunia bahkan dinobatkan sebagai salah satu makanan paling lezat.

Pakar pangan dan ahli gizi yang tergabung dalam Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI Pangan) Indonesia bersama Forum Tempe Indonesia telah mendaftarkan tempe sebagai warisan budaya non benda atau "Intangible Cultural Heritage of Humanity" ke UNESCO.

Menurut Ketua Pergizi Indonesia, Prof Hardiansyah, terdapat beberapa alasan Tempe dinobatkan sebagai warisan budaya, yaitu karena banyaknya dokumen yang menyebutkan tempe berasal dari daerah Bayat, Klaten, Jawa Tengah seperti yang tertera dalam Serat Centhini. Tempe yang awalnya dikenal proses pembuatannya tidak higienis, sekarang sudah menggunakan mesin dan mengikuti standar nasional maupun internasional Codex.

Alasan lainnya adalah tempe kaya akan manfaat dan dapat meningkatkan nilai ekonomi kerakyatan, peluang usaha, dan peluang pendapatan yang sangat besar bagi pembuatan tempe yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Nilai budaya tempe dapat menjadi nilai ekonomi.


Referensi:
Indonesia Unik, tersedia di https://www.goodnewsfromindonesia.org/2016/02/23/makanan-khas-indonesia-ini-didaftarkan-sebagai-warisan-budaya-dunia [diakses pada 15 September 2016]